Umar Radhiyallahu anhu Berkirim Surat kepada Sungai Nil
Para Sahabat | SangMurid, Aug 17 2020
Mesir ditaklukkan pasukan muslim dan Amru bin Ash Radhiyallahu anhu diangkat sebagai Gubernur Mesir. Suatu saat ia didatangi sekelompok penduduk sekitar sungai Nil karena sungai itu sedang kering.
Mereka berkata, "Wahai Gubernur, saat ini sungai Nil sedang kering. Kami biasa melakukan suatu tradisi, dan sungai Nil itu tidak akan mengalirkan air kecuali jika kami memenuhi tradisi tersebut."
Waktu Amr bin Ash Radhiyallahu anhu menanyakan tentang tradisi tersebut, mereka menjelaskan, bahwa setelah berlalu sebelas hari dari bulan tersebut, mereka mencari seorang gadis untuk dikurbankan.
Mereka meminta kerelaan orang tuanya, kemudian gadis ini didandani dan diberi perhiasan yang paling indah, dan akhirnya dilemparkan ke sungai Nil sebagai persembahan. Jika semua itu dilakukan, biasanya Nil akan mengalirkan airnya lagi.
Tentu saja Amr bin Ash Radhiyallahu anhu melarang dilanjutkannya tradisi yang seperti itu, karena Islam menghancurkan tradisi-tradisi jahiliah yang merusak. Kembalilah penduduk sekitar Nil ini ke rumahnya masing-masing dan sungai itu tetap dalam keadaan kering, hingga hampir saja mereka memutuskan untuk pindah.
Melihat keadaan yang memprihatinkan masyarakat itu, Amru bin Ash Radhiyallahu anhu mengirim surat pada Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu dan menceritakan keadaan tersebut.
Umar Radhiyallahu anhu membalas surat Amr bin Ash Radhiyallahu anhu dan membenarkan tindakan yang diambilnya untuk menghentikan tradisi kuno tersebut.
Selain itu Umar Radhiyallahu anhu juga menyelipkan suatu surat lain, yang ditujukan untuk sungai Nil. Amr bin Ash Radhiyallahu anhu diminta untuk melemparkan surat tersebut ke dalam sungai Nil yang sedang kering. Isi surat tersebut adalah sebagai berikut :
"Dari hamba Allah SWT, Umar bin Khaththab, Amirul Mukminin, kepada hamba Allah SWT Nil di Mesir, Amma Ba'du. Jika engkau mengalir dari dirimu sendiri, maka janganlah kamu mengalir. Namun jika Allah SWT yang mengalirkan, maka mintalah kepada Dzat Yang Maha Kuat untuk mengalirkanmu."
Amr bin Ash Radhiyallahu anhu melemparkan surat tersebut ke sungai Nil pada malam harinya, sehari sebelum peringatan hari raya salib. Pada pagi harinya, sungai Nil telah terisi air sedalam enam belas hasta hanya dalam semalam, dan mengalir terus hingga sekarang. Sungguh dengan ijin Allah SWT, tradisi kuno yang berjalan ratusan bahkan ribuan tahun telah dihancurkan oleh secarik surat Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu.
Sumber: Kisah Sahabat Nabi